Tag Archives: Teman

Jakuen – Tempat Kita Bertemu.

Manusia dan cinta kasih. Cinta kasih diberikan manusia kepada apapun, dan siapa pun. Kali ini saya akan berbagi kisah saya dengan teman-teman saya semasa SMA. Bagaimana saya dapat mencintai dan menyayangi teman – teman saya saat ini.

Saat itu saya baru saja masuk SMA, saya masih kelas 10. Kakak-kakak kelas kami, mempunyai berbagai macam ekskul, tapi tak ada satupun yang membuat saya tertarik. Sampai akhirnya ada satu ekskul yang baru saja dibuat. ekskul “Japanese Club.” Mula nya ekskul ini tidak memiliki kegiatan yang spesifik. Kami hanya belajar bahasa Jepang dan berbagi pengetahuan Jepang yang kami miliki. Kita juga berbagi kebudayaan Jepang. Karena ekskul ini merupakan ekskul yang terbilang baru, kami yang masih duduk di bangku kelas 10 ini mendapat jatah kepengurusan. Disini pertemanan kami dimulai. Kami mulai mengenal satu sama lain, mereka adalah Tasha, Arik, Saki, Nisrin, Ri’I, April, Azuhal, dan Wika. Kami sebagai sesama pencinta jepang, berbagi informasi, jalan-jalan bersama, belajar bersama, sampai tak terasa kami sudah akan menginjak bangku kelas 11. Kemampuan kami sebagai kepengurusan & kreatifitas kami, ditantang secara serius. Kami dituntut untuk melakukan sebuah demo ekskul. Satu per satu ide keluar, akhirnya kami memutuskan untuk membuat dorama. Kami  diskusi, dan argument pun ada, tapi kami berhasil menyajikan dorama kami, setidaknya.

Setelah kami menginjak kelas 11, banyak mimpi yang ingin kita raih sebagai pengurus kelas 11. Ya, kita berbagi mimpi yang sama. Yaitu untuk mewujudkan sebuah acara jejepangan di sekolah kami. Karena kami tidak memiliki sejarah apapun untuk membuat sebuah acara. Kamipun mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, tidak lupa untuk mengumpulkan ide-ide untuk konsep dari acara kami. Disini kemampuan kami dalam berorganisasi betul-betul ditantang. Solidaritas kami pun ditantang. Terasa seperti ada perang dingin diantara kami bila ada sesuatu yang tidak lancar atau tidak sesuai dengan kesepakatan bersama. Tapi kami dapat melalui semua itu dengan diskusi bersama. Kami mengutarakan kekesalan kami dan ketidak sepakatan kami akan suatu ide. Kami  bahkan menegur satu sama lain bila kami tidak menyukai sifat mereka. Dan ketidak cocokan ini berlangsung terus menerus sampai acara jejepangan ini menginjak hari H. Ya, kami kualahan. Walaupun kami sudah semaksimal mungkin untuk menghadapi ketidakcocokan kami, tetap saja ada yang berbeda prinsip. Saat itu kami menangis, karena sudah terlalu frustasi dengan masalah ekskul yang kita hadapi ditambah dengan sifat anggota yang tidak sepaham. Kami hampir pasrah dengan apapun yang akan terjadi, tapi kami melalui itu semua dan menjadi teman yang bahkan lebih dekat dari saat saat sebelumnya.

 

jpggg

Jakuen no Bunkasai #1

Sekarang, setelah menempuh perjuangan saat kelas 12, kami telah mengenal sifat satu sama lain. Kami juga telah mengenal kebiasaan satu sama lain. Apa yang mulanya asing dan tak dapat di tolerir bagi kami, sekarang menjadi tak asing lagi karena kami sudah memaklumi satu sama lain. Sampai saat ini kami masih berhubungan. Kami berbagi masalah kami. Apalagi dengan teknologi yang sudah canggih seperti saat ini, kami berbagi cerita setiap harinya bahkan bisa jadi setiap menit.

Jadi, berteman itu bukan tentang seberapa sering kamu bertemu dengan mereka. Teman menurut saya adalah orang yang mau mengerti kita. Yang mau menghadapi masalah, bersama dengan kita. Yang mau berbagi cerita dengan kita, dan mau memaklumi dan dapat memahami bila tidak.

 

<3

 

Advertisements