Monthly Archives: October 2016

Dampak telematika di indonesia dan dunia

PENGERTIAN TELEMATIKA

Telematika pada awalnya dikembangkan di sisi internet. Ketika komputer tersebar luas, kebutuhan akan suatu cara mudah untuk menukar data tumbuh berkembang. Ini adalah ketika teknologi telekomunikasi telah digunakan untuk menghubungkan antar komputer dan kemudian telematika dilahirkan. Telematika adalah jawaban atas keprihatinan yang terjadi pada tahun 1976 di Perancis, yang ketika itu perkembangan aplikasi komputer telah mengubah organisasi ekonomi dan sosial masyarakat.

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

Pengaruh Telematika, khususnya dalam penghidupan masyarakat sehari – hari . Terdapat Dampak Positif dan Dampak Negatif yang dapat mempengaruhi kita. Itu semua tergantung dari bagaimana kita menerimanya dan menghadapinya. Banyak orang yang hanya memakai telematika tanpa memperhatikan Manfaat Telematika. Padahal kalau kita tau manfaatnya, maka kita akan menggunakan Telematika dengan sebaiknya dan mengambil kesempatan yang ada .

Pengaruh Telematika juga terdapat Dampak Negatif yang membuat kita menjadi rusak. Kita bisa lupa waktu dan berjam jam didepan laptop ataupun komputer. Padahal tidak ada yang mereka dapatkan, ataupun mencari informasi yang ada. Yang dibuka mungkin hanyalah sosial media dan bermain game sampai lupa waktu, yang membuat anak anak menjadi males sekolah ataupun belajar. Masih banyak Pengaruh Telematika yang mungkin anda bisa cari melalui Google ataupun Bing .

Banyak Manfaat Telematika dan Dampak Positif Telematika dalam perkembangan jaman sekarang ini. Orang yang buta teknologi , khususnya Telematika, maka ketinggalan jaman dan tidak tahu apa – apa. Dengan perkembangan jaman yang semakin maju ini , menghasilkan berbagai macam manfaat telematika dan dampak positif.

Saat ini Telematika muncul sebagai bidang ilmu yang memfokuskan pada peningkatan interaksi di antara manusia atau proses melintasi jarak dan waktu melalui aplikasi Information and Communications Technology (ICT).Contohnya saja E-commerce Salah satu bidang yang di cakup dalam penerapan ilmu telematika adalah bidang ekonomi.

SEJARAH TELEMATIKA

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata telekomunikasi dan informatika. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang.

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi. Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

 

Dampak Positif Penggunaan Telematika

-Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%.

-Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional yang ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronik/electronic commerce (e-commerce).

-Manfaat internet dalam e-business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.

-Manfaat internet dalam e-goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.

-Telematika ini juga memberikan dampak Possitif lain di bidang perekonomian Indonesia. Dengan memanfaatkan Internet sudah banyak masyarakat Indonesia sudah bisa membangun Bisnis Jual beli sendiri melalui Internet atau bisa sering menyebutnya dengan E-Commerce.

Dampak Negatif Penggunaan Telematika

-Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.

-Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.

-Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.

Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan

-Informasi yang dibutuhkan untuk menjadi lebih cepat dan lebih mudah dalam mengakses tujuan pendidikan

-Inovasi dalam pembelajaran tumbuh di hadapan e-learning inovasi yang lebih memudahkan proses pendidikan

-Kemajuan TIK juga akan memungkinkan pengembangan teleconference kelas virtual atau kelas yang berbasis yang tidak memerlukan pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan

 

 

Sumber :

  1. http://arief133.blogspot.co.id/2016/10/dampak-telematika-di-indonesia-dan-dunia.html
  2. https://adiprabowo31.blogspot.co.id/2016/10/dampak-telematika-di-indonesia-dan-dunia.html
  3. http://meidialestari.blogspot.co.id/2016/10/dampak-telematika-di-indonesia-dan-dunia.html
  4. http://rap0501.blogspot.co.id/2014/10/apa-itu-telematika.html
  5. http://tituszakharia.blogspot.co.id/2016/10/dampak-telematika-di-indonesia-dan-dunia.html

Arsitektur Telematika (Client, Server, Client-Server)

Arsitektur Pada Client

     Arsitektur Client merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.

Karakteristik Klien :
· Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
· Menunggu dan menerima balasan.
· Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
· Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.

Arsitektur Pada Server

     Sebuah eksekusi sisi server yaitu server web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML, tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk mengeksekusi. Beberapa karakteristik server, yaitu :

  1. Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
  2. Melayani permintaan client, lalu menjawab dengan data yang diminta oleh client.
  3. Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
  4. Beberapa jenis server, yaitu : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.

Arsitektur Pada Client-Server

Beberapa model arsitektur client-server

  1. Arsitektur Mainframe, sebuah komputer pusat (host) yang memiliki sumber daya yang sangat besar, baik memori, processor maupun media penyimpanan. Mainframe menyediakan sedikit waktu dan sebagian memorinya untuk setiap pemakai (user), kemudian berpindah lagi kepada pemakain lain, lalu kembali kepemakai yang pertama. Peralatan CPU dan Storage tersebut dihubungkan dengan banyak terminal yang terdiri dari keyboard dan monitor saja. Melalui komputer terminal, pengguna mengakses sumber daya tersebut. Komputer terminal hanya memiliki monitor/keyboard dan tidak memiliki CPU. Semua sumber daya yang diperlukan terminal dilayani oleh komputer host. Model ini berkembang pada akhir tahun 1980-an.
  2. Arsitektur File Sharing, komputer server menyediakan file-file yang tersimpan di media penyimpanan server yang dapat diakses oleh pengguna. Arsitektur file sharing memiliki keterbatasan, terutama jika jumlah pengakses semakin banyak serta ukuran file yang di shaing sangat besar. Hal ini dapat mengakibatkan transfer data menjadi lambat. Model ini populer pada tahun 1990-an.
  3. Arsitektur Client/Server, merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke komputer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal. Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi. Model client/server memiliki sejumlah
    keterbatasan :

    • Kurangnya skalabilitas
    • Koneksi database dijaga
    • Tidak ada keterbaharuan kode
    • Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi

Sumber : 1 , 2 , 3 , 4