Monthly Archives: March 2016

Logika C++ – Program Function

Program dengan Fungsi Luas Trapesium

1

Kode C++ Trapesium Function

#include <iostream.h>  ,digunakan untuk memanggil library file fungsi input output.

#include <conio.h> ,digunakan untuk memanggil library file fungsi clrscr dan getch.

trapesium(int a, int b, int c){,deklarasi fungsi & mulainya fungsi trapesium dengan penggunaan variable a, b, dan c yang bertipe data integer.

float d=(a+b)/2*c; ,nilai dari variable d bertipe data float (pecahan) didapatkan dengan nilai dari variable a ditambah dengan nilai dari variable b lalu hasilnya dibagi 2, setelah itu dikalikan dengan nilai dari variable c.

return d; ,untuk mengembalikan nilai d.

int main() ,program utama, memberikan nilai balik integer.

,mulai program.

int atas, bawah, tinggi, luas; ,deklarasi variable atas, bawah, tinggi, dan luas bertipe data integer

clrscr(); ,membersihkan layar output.

cout<<”Masukkan panjang alas bawah\t\t :”;cin>>bawah; ,mencetak “Masukkan panjang atas” lalu tabulasi 2 kali, lalu mencetak “ : “. Selanjutnya program akan meminta input, input yang dimasukkan harus berupa integer karena akan dimasukkan kedalam variable atas.

cout<<”Masukkan tinggi trapesium\t :”;cin>>tinggi; ,mencetak “Masukkan tinggi trapesium” lalu tabulasi 1 kali, lalu mencetak “ : “. Selanjutnya program akan meminta input, input yang dimasukkan harus berupa integer karena akan dimasukkan kedalam variable bawah.

cout<<”Masukkan panjang atas\t :”;cin>>atas; ,mencetak “Masukkan panjang alas bawah” lalu tabulasi 1 kali, lalu mencetak “ : “. Selanjutnya program akan meminta input, input yang dimasukkan harus berupa integer karena akan dimasukkan kedalam variable bawah.

luas=trapesium(bawah, atas, tinggi); ,Mencari nilai dari variable luas. Nilai dari variable luas didapatakan dengan pemanggilan fungsi trapesium dengan penggunaan variable bawah, atas, dan tinggi sebagai dasar perhitungan untuk a, b, dan c, pada fungsi. Maka nilai yang nanti akan dikembalikan fungsi akan masuk ke variable luas.

cout<<endl<<”Luas trapesium adalah \t: “<<luas; ,Program akan mencetak perpindahan baris lalu mencetak “Luas trapesium adalah” lalu tabulasi 1 kali, lalu mencetak nilai dari variable luas.

getch(); ,Agar output dapat tampil.

,Akhir dari program.

Berikut adalah output secara keseluruhan :

2

Output Program Function Trapesium

Program dengan Fungsi Luas Jajar Genjang

3

Kode C++ Jajar Genjang

#include <iostream.h> ,digunakan untuk memanggil library file fungsi input output.

#include <conio.h> ,digunakan untuk memanggil library file fungsi clrscr dan getch.

jg(int a, int b){ ,deklarasi fungsi & mulainya fungsi jg dengan penggunaan variable a, dan b yang bertipe data integer.

Int c=a*b; ,nilai dari variable c bertipe data integer didapatkan dengan nilai dari variable a dikalikan variable b.

return c; ,untuk mengembalikan nilai c.

int main() ,program utama, memberikan nilai balik integer.

,mulai program.

int alas, tinggi, luas; ,deklarasi variable alas, tinggi, dan luas bertipe data integer

clrscr(); ,membersihkan layar output.

cout<<”==========FUNGSI JAJAR GENJANG==========”<<endl; ,Mencetak “===========FUNGSI JAJAR GENJANG==========” pada output lalu pindah baris.

cout<<”Masukkan panjang alas bidang\t :”;cin>>alas; ,mencetak “Masukkan panjang alas bidang” lalu tabulasi 1 kali, lalu mencetak “ : “. Selanjutnya program akan meminta input, input yang dimasukkan harus berupa integer karena akan dimasukkan kedalam variable alas.

cout<<”Masukkan tinggi bidang\t\t :”;cin>>tinggi; ,mencetak “Masukkan tinggi bidang” lalu tabulasi 2 kali, lalu mencetak “ : “. Selanjutnya program akan meminta input, input yang dimasukkan harus berupa integer karena akan dimasukkan kedalam variable tinggi.

luas=jg(alas,tinggi); ,Mencari nilai dari variable luas. Nilai dari variable luas didapatakan dengan pemanggilan fungsi jg dengan penggunaan variable alas dan tinggi sebagai dasar perhitungan untuk a, dan b pada fungsi. Maka nilai yang nanti akan dikembalikan fungsi akan masuk ke variable luas.

cout<<endl<<”Luas jajar genjang adalah \t: “<<luas; ,Program akan mencetak perpindahan baris lalu mencetak “Luas jajar genjang adalah” lalu tabulasi 1 kali, lalu mencetak nilai dari variable luas.

getch(); ,Agar output dapat tampil.

,Akhir dari program.

Berikut adalah output secara keseluruhan :

4

5 Jenis Karangan – Karangan Deskripsi

Karangan adalah suatu bentuk karya tulis yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan kepada para pembaca. Berdasarkan tujuannya, karangan terbagi ke dalam 5 jenis karangan.

Kelima jenis karangan tersebut adalah :

  1. Karangan Deskripsi : Karya tulis yang menggambarkan suatu objek kepada pembaca, seolah pembaca merasakan hal yang digambarkan oleh penulis itu sendiri.
  2. Karangan Narasi : Karya tulis yang berupa serangkaian peristiwa disampaikan sesuai urutan waktu, dan tahapannya jelas.
  3. Karangan Eksposisi : Karangan yang berisi tentang penjelasan suatu informasi kepada pembaca.
  4. Karangan Argumentasi : Karangan yang berisikan argument dari seorang penulis tentang suatu hal.
  5. Karangan Persuasi : Karya tulis yang berisi ajakan kepada para pembaca untuk melakukan atau mempercayai suatu hal.

Contoh karangan deskripsi :

Ciput

Ciput adalah kucing ras lokal yang ada di rumahku. Nama sebenarnya adalah Iput singkatan dari Hitam dan Putih. Sesuai namanya warna yang ia miliki memang hanya hitam dan putih, namun kucing di keluargaku memiliki pola yang lucu pada wajahnya hingga entah mengapa iya dipanggil ciput. Ciput adalah anak dari kucing betina yang kunamai Emak karena ia seorang Ibu dan Pui si kucing jantan. Ciput juga memiliki adik yang bernama Puci yang baru saja lahir sekitar sebulan lalu. Ciput memiliki bulu yang sangat halus, tebal, dan panjang. Hidung Ciput merah dan kaki – kakinya berwarna putih seperti mengenakan kaos kaki. Ciput juga memiliki buntut yang sangat lurus. Ciput merupakan salah satu kucing yang paling manja di rumah ku. Ia selalu tidur di dalam rumah dan di kamar salah satu anggota keluargaku, walaupun kucing-kucing yang lain tidur di luar. Ia akan membangunkan kami setiap subuh dengan mencium-cium wajah dan mengeong di samping kuping.

Soal Keberanian, Ciput merupakan kucing paling penakut yang pernah kutemui. Bila mendengar petir ia akan sembunyi di belakang mamaku. Ia juga tidak pernah pergi jauh-jauh dari sekitar rumah. Soal makanan, Ciput tidak pernah rakus, ia adalah kucing penyayang yang menyayangi kucing-kucing lain. Ia akan membiarkan adiknya atau kucing lain mengambil makanan dia, dia juga selalu berbagi susu kepada adik kecilnya.

Referensi

7 Macam Sikap Ilmiah – Sikap Terbuka & Objektif

Ketujuh Sikap Tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Sikap ingin tahu
  2. Sikap Kritis
  3. Sikap Terbuka
  4. Sikap Objektif
  5. Sikap rela menghargai karya orang lain
  6. Sikap berani mempertahankan kebenaran
  7. Sikap menjangkau ke depan

Sikap yang kali ini akan dibahas adalah sikap terbuka dan sikap objektif. Sikap terbuka merupakan suatu sikap yang dinyatakan dengan bersedia mendengarkan pendapat atau argumentasi milik orang lain. Hal ini biasa diterapkan saat kita berorganisasi seperti dalam bermusyawarah ataupun saat berdiskusi untuk mengambil keputusan. Sebelum mengambil keputusan, sebagai moderator kita harus memiliki sikap terbuka untuk mendengar tiap-tiap argument dari anggota dan mendengarkan masing-masing dari penjelasan mereka, lalu disinilah sikap objektif berperan. Sikap objektif sendiri dinyatakan dengan cara menyatakan apa adanya tanpa perasaan pribadi. Bagaimana sikap objektif berperan dalam pengambilan keputusan ? Kita harus bersikap objektif terhadap masalah yang ada. Memutuskan solusi terbaik untuk semua pihak dan bukan untuk diri sendiri ataupun pihak tertentu. Sikap objektif juga bias diterapkan saat menilai sesuatu. Menilai sesuatu dengan nilai sesungguhnya bukan karena perasaan pribadi terhadap pemilik ataupun hal yang lainnya.

Kasus Perkiraan Pembunuhan Mirna Salihin Oleh Jessica Wongso

 

018726600_1454807985-30695ab100000578-0-image-a-12_1453355787004

Jessica Wongso, namanya saat ini sangat terkenal di masyrakat Indonesia, dia disebut-sebut sebagai tersangka dari kasus pembunuhan terencana Wayan Mirna Salihin. Jessica sendiri adalah teman dari mendiang Mirna. Menurut berita, Mirna meninggal dunia akibat racun sianida yang terdapat di dalam kopi yang ia minum, dan Jessica adalah tersangka utama yang menaruh racun tersebut di dalam kopi Mirna. Membaca satu kalimat tadi pun sudah membuat saya merinding. Bagaimana bisa seorang teman membunuh temannya sendiri dengan memasang wajah manis saat bertemu untuk terakhir kalinya di café modern sebuah mall. Menurut cerita-cerita yang beredar, kasus Mirna terbilang mirip dengan kasus pembunuhan yang ada pada film kartun Detective Conan, sebuah serial detektif kartun Jepang.

kasus-mirna-mirip-detective-conan-6

Sampai saat ini Jessica Wongso belum terbukti sebagai pembunuh dari Mirna Salihin, tetapi menurut penyelidikan yang sudah dilakukan oleh pihak yang berwajib, hari disaat Mirna terbunuh, Jessica meminta pembantunya untuk membuang celana jeans yang dipakai oleh nya dihari itu, hal ini tentu saja mencurigakan. Menurut olah TKP , tingkah Jessica menurut saya juga sangat aneh karena kedatangan nya yang beberapa jam lebih dulu dibanding teman-temannya yang lain, begitu juga cara dia menata tote bag di atas meja. Kalau cerita yang dikabarkan bahwa Jessica meniru cerita Conan memang benar, maka hal ini membuktikan bahwa saat ini memang kita harus menyaring tontonan masyrakat Indonesia, tidak hanya itu, kita juga harus mendidik anak-anak dengan moral yang baik , pastikan mereka tau mana perilaku yang benar dan tidak, dan pastikan mereka juga tahu apa artinya menghargai sesame manusia, karena semua pendidikan tidak akan ada artinya bila mereka tidak memiliki rasa saling menghormati serta menghargai.