Analisa Kasus-Konflik Internal Pada Organisasi

Masalah yang ada pada kasus merupakan masalah internal dalam sebuah organisasi, kali ini organisasi yang di amati adalah sebuah rumah sakit dengan masalah kurangnya kerjasama antar perawat yang berdampak terhadap kinerja rumah sakit pada daerah X. Sebelumnya agar tidak terjadi masalah seperti yang telah dijabarkan, ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari konflik internal semacam itu, yaitu :

  • Disiplin

Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya.

  • Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan

Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. Misalnya; Perawat junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, sedangkan bagi perawat senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

  • Komunikasi

Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.

  • Mendengarkan secara aktif

Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.

Lalu bagaimana dengan penyelesaiannya ?

Ada beberapa teknik yang diperlukan untuk mengelola konflik, yaitu berupa pendekatan dalam resolusi konflik tergantung pada :
• Konflik itu sendiri
• Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya
• Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
• Pentingnya isu yang menimbulkan konflik
• Ketersediaan waktu dan tenaga

Penyelesaian dari kasus tersebut mungkin harus diadakan musyawarah agar dapat diketahui sumber dari ketidak harmonisan yang terjadi antar para perawat di RSUD X tersebut, hal apa-apa saja yang telah menyebabkan para perawat saling menyalahkan, kurangnya kerjasama, dan mereka yang saling tidak peduli antara satu dengan yang lainnya. Mungkin juga terdapat factor lain seperti permasalahan internal yang terjadi pada individu satu dengan yang lainnya, baik masalah yang terjadi di dalam rumah sakit maupun konflik eksternal.

Musyawarah penyelesaian masalah bisa dengan keinginan mayoritas, atau bisa juga dengan saling komprominya pihak-pihak yang bersangkutan. Keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena akan mengganggu kinerja didalam rumah sakit. Dengan diadakannya musyawarah, semua para perawat dikumpulkan untuk membicarakan konflik tersebut dan mencari jalan keluarnya serta saling memaafkan satu sama lain,  maka efek positif dan rasa kekeluargaan pun akan muncul kembali sehingga dalam  melaksanakan pekerjaan sebagai perawat, perawatpun akan terasa lebih senang dan para perawat kembali bersemangat seperti sedia kala. Selain itu diharuskan adanya komitmen dalam bekerja, misalnya jika kembali teradi konflik maka jangan libatkan urusan tersebut ke dalam pekerjaan, para perawat harus bersikap profesional dengan tidak mencampuri urusan internal dengan organisasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s