Analisis Review Jurnal

Perkembangan  dunia  usaha  saat  ini begitu pesat dan terjadi di berbagai sektor  bisnis Bali sebagai salah satu  kawasan pariwisata  di Indonesia  saat  ini diusahakan   agar   mampu   menampung   jumlah   arus   wisatawan   yang   terus bertambah dari waktu ke waktu baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri.  Berkaitan  dengan  hal  tersebut,  salah  satu  sektor  bisnis  yang  saat  ini bersaing adalah sektor perhotelan.Suriwathi  Beach Hotel Legian Kuta – Bali adalah salah satu hotel kelas melati  yang  terletak  di kawasan  Legian. Sebagai  organisasi  yang  bergerak  di bidang jasa, Suriwathi Beach Hotel Legian Kuta – Bali senantiasa berupaya agar selalu  terciptanya  kepuasan  kerja  karyawan. Oleh karena  itu pihak  perusahaan diharuskan memperhatikan seluruh aspek yang berhubungan dengan seluruh karyawan demi tercapainya kepuasan kerja. Pemanfaatan sumber daya manusia dengan baik akan sangat berpengaruh dan  memiliki  dampak  postif  untuk  meningkatkan  kepuasan  kinerja  karyawan dalam  perusahaan.

Sumber daya manusia merupakan penting dalam  suatu  organisasi  perusahaan, maka diperlukan suatu usaha untuk mengolah secara profesional agar terwujud suatu keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan keinginan dan kemampuan organisasi perusahaan. Selain itu, manusia  dalam  organisasi  perusahaan  perlu pula diperlakukan secara manusiawi sehingga dapat bekerja secara efektif, efisien dan produktif. Bagi Bank Syariah Mandiri, mengelola karyawan yang berjumlah ratusan bahkan ribuan untuk skala nasional  bukan perkara  yang mudah,  jika dilihat dari karakteristik individu, perspektif budaya yang berbeda satu sama lain. Sehingga dibutuhkan keinginan dan keterampilan yang kuat untuk mencetak kader-kader yang mampu menghasilkan kinerja yang optimal bagi perusahaan. Kinerja karyawan dapat ditingkatkan dengan memberikan contoh yang baik dari seorang pemimpin, memotivasi  karyawan  dan selalu  memperhatikan karyawan   dalam  bekerja   terutama   yang mengalami perilaku yang kurang biasa.

Hal   ini   membawa    konsekuensi    bahwa setiap  pimpinan  berkewajiban  memberikan perhatian yang sungguh-sungguh  untuk membina, menggerakkan, mengarahkan semua potensi karyawan dilingkungannya  agar terwujud volume dan  beban  kerja  yang  terarah  pada  tujuan  (M. Thoha,  2001).  Pimpinan  perlu  melakukan pembinaan yang sungguh-sungguh terhadap karyawan agar dapat menimbulkan  kepuasan  dan komitmen organisasi sehinga pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja yang tinggi. Motivasi itu sendiri merupakan faktor yang paling menentukan bagi seorang pegawai dalam bekerja. Meskipun kemampuan dari pegawai maksimal   disertai  dengan  kelengkapan   fasilitas yang  memadai,  namun  jika  tidak  ada  motivasi untuk  melakukan  pekerjaan  tersebut  maka pekerjaan  itu  tidak  akan  berjalan  sebagaimana yang   diharapkan.   Di   samping   itu   pemberian motivasi oleh pimpinan secara intensif juga sangat diperlukan   dalam   rangka   pembinaan   pegawai serta  merupakan  sarana  yang  dapat  menerapkan teori  motivasi  yang  tepat  dalam  menggerakkan para   bawahan,    merupakan   hal   yang   teramat penting baginya  untuk mengenal para anak buahnya.

Dari penjelasan di atas, tampak jelas bahwa pemimpin organisasi dalam sebuah kelembagaan harus mengusahakan inisiatif untuk bermutu sebagai wujud usaha membangun sistem organisasi. Masalahnya, apakah peran pemimpin organisasi dalam sebuah kelembagaan sudah mengusahakan inisiatif  bermutu, termasuk mutu terpadu (Total quality management)? Terkait dengan mutu perlu memperhatikan fungsi utama pemimpin organisasi yang disampaikan oleh Sallis (2006: 173-174), yaitu sebagai berikut :

  1. Memiliki visi mutu terpadu bagi institusi;
  2. Memiliki komitmen yang jelas terhadap proses peningkatan mutu;
  3. Mengkomunikasikan pesan mutu;
  4. Memastikan kebutuhan pelanggan menjadi pusat kebijakan dan praktek institusi;
  5. Mengarahkan perkembangan karyawan;
  6. Berhati-hati dengan  tidak  menyalahkan  orang  lain  tanpa  bukti-bukti  yang nyata;
  7. Memimpin inovasi dalam institusi;
  8. Mampu memastikan  bahwa  struktur  organisasi  secara  jelas  telah mendefinisikn tanggungjawab dan mampu mempersiapkan delegasi yang tepat;
  9. Memiliki komitmen  untuk  menghilangkan  rintangan,  baik  yang  bersifat organisasional maupun kultural;
  10. Mengembangkan mekanisme yang tepat untuk mengawasi dan mengevaluasi kesuksesan.

Selanjutnya kaitannya dengan kepemimpinan organisasi tentunya berhubungan dengan aspek prilaku kepemimpinan organisasi dalam memperdayakan para Widiaiswara untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Sedangkan hubungannya pemberdayaan widiaiswara dengan pemberian wewenang untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Menurut pendapat Spanbauer (Sallis 2006: 174-175) yang secara garis besarnya adalah sebagai berikut:

  1. Dalam pendekatan berbasis mutu, kepemimpinan di organisasi bergantung pada pemberdayaan para widiaiswara dan staf lain yang terlibat dalam proses pembelajaran.  Para widiaiswara   diberi   wewenang   untuk   mengambil keputusan  sehingga mereka  memiliki  tanggung jawab  yang  besar  Mereka diberi keleluasaan dan otonomi untuk bertindak.
  2. Komitmen jauh  lebih penting  dari  sekedar  menyampaikan  pidato  tahunan tentang betapa pentingnya mutu dalam organisasi. Komitmen menghendaki kemajuan dengan metode dan cara yang ba Komitmen memerlukan tinjauan ulang terhadap masing-masing dan setiap tindakan.
  3. Pemimpin institusi  pendidikan  harus  memandu  dan  membantu  pihak  lain dalam mengembangkan karakteristik yang serupa, sehingga melahirkan lingkungan kerja yang interaktif.
  4. Pemimpin harus menjalankan dan membicarakan mutu serta mampu memahami bahwa perubahan terjadi sedikit demi sedikit, bukan dengan serta merta.
  5. Pemimpin memiliki peran yang sangat penting dalam memandu widiaiswara dan para administrator untuk bekerja sama dalam satu kelompok tim. Jika diperhatikan tampak bahwa arahan Spanbauer tersebut sangat berkaitan dengan perlunya pemimpin bagi pemberdayaan.

Selanjutnya dalam kesimpulan aspek penting peran pemimpin organisasi dalam memberdayakan widiaiswara menurut Spanbauer (Sallis, 2006: 176-177) mengharuskan para pemimpin organisasi:

  1. Melibatkan para widiaiswara dan seluruh staf dalam aktivitas penyelesaian masalah, dengan menggunakan metode ilmiah, prinsip-prinsip mutu statistik dan kontrol prose
  2. Memilih untuk meminta pendapat mereka tentang berbagai hal dan tentang bagaimana cara mereka menjalankan proyek dan tidak sekedar menyampaikan bagaimana seharusnya mereka bersikap.
  3. Menyampaikan sebanyak mungkin informasi manajemen untuk membantu pengembangan dan peningkatan komitmen mereka.
  4. Menanyakan pendapat staf tentang sistem dan prosedur mana saja yang menghalangi mereka dalam menyampaikan mutu kepada pelanggan, pelajar, orang tua, dan partner kerja.
  5. Memahami bahwa keinginan untuk meningkatkan mutu parawidiaiswara tidak sesuai dengan pendekatan manajemen top down.
  6. Memindahkan  tanggungjawab    dan    kontrol    pengembangan    tenaga professional langsung kepada widiaiswara dan pekerja tekn
  7. Mengimplementasikan komunikasi yang sistematis dan kontinyu di antara tiap orang yang terlibat di organ
  8. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah serta negoisasi dalam rangka menyelesaikan konfli
  9. Memiliki sikap  membantu  tanpa  harus  mengetahui  semua  jawaban  bagi setiap masalah dan tanpa rendah diri.
  10. Menyediakan materi  pembelajaran  konsep  mutu  seperti  membangun  tim, manajemen proses, pelayanan pelanggan, komunikasi serta kepemimpinan.
  11. Memberikan teladan  yang  baik  dengan  cara  memperlihatkan  karakteristik yang diinginkan dan menggunakan waktu untuk melihat-lihat situasi dan kondisi institusi dengan mendengarkan keinginan guru dan pelanggan lainya.
  12. Belajar untuk berperan sebagai pelatih dan bukan sebagai bom. Memberikan otonomi dan berani mengambil resiko.
  13. Memberikan perhatian yang berimbang dalam menyediakan mutu bagi para pelanggan eksternal dan kepada para pelanggan.

Referensi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s