Monthly Archives: December 2014

Logika Cobol – Program Array 2 Dimensi

Coding COBOL Array

Coding COBOL Array 2 Dimensi

Program diatas adalah program array dengan 2 dimensi. Langsung masukke bagian working-storage section. Terdapat label variabel yang berisi pendeklarasian beberapa variabel. Variabel I, J, JMLBRS, dan JMLKOL akan memiliki tipe data numeric dengan maksimal character  adalah 2. Lalu Nilai-X akan muncul atau berulang sebanyak 10 kali. Didalam nilai-x terdapat variabel nilai yang memiliki tipe data numeric dan juga bisa berulang sebanyak 10 kali tapi masih tergantung dengan nilai dari variabel JMLKOL.

Pada bagian screen section terdapat label CLS yang berisi blank screen untuk menghapus layar.

Masuk ke bagian inti yaitu procedure division.

Prosedur pertama bernama AWAL, akan melakukan :

  1. Menampilkan prosedur  CLS yang ada pada screen section.
  2. Menampilkan pertanyaan untuk user berapa banyak baris yang diinginkan, pada baris 1 kolom 1.
  3. Program akan menerima inputan user lalu inputan ini akan menjadi nilai dari  variabel JMLBRS.
  4. Menampilkan pertanyaan untuk ser berapa banyak kolom yang diinginkan, pada baris 2 kolom 1.
  5. Program akan menerima inputan user lalu inputan ini akan menjadi nilai dari  variabel JMLKOL.
  6. MOVE 4 TO LIN berarti nilai LIN akan menjadi 4.
  7. Lalu program akan melakukan prosedur ISI-DATA, prosedur ini dilakukan beberapa kali(perulangan). Dan perulangan disini merupakan perulangan dalam perulangan. Dari nilai I 1 sampai dengan nilai I lebih besar dari JMLBRS, program akan melakukan perulangan setelah nilai J dari 1 ditambahkan 1-1 sampai dengan nilai J lebih besar dari JMLKOL. Ini berarti nilai J/ Kolom dulu yang akan dipenuhi lebih dulu. Karena kali ini user menginput 2 untuk JMLKOL dan 3 untul JMLBRS maka program akan melakukan seperti ini à ketika nilai I 1 maka program akan memenuhi masing-masing dari nilai(1,J) , maka yang diinput duluan adalah nilai (1,1), lalu (1,2), karena J yang pertama sudah terpenuhi maka akan masukke nilai I selanjutnya dan seterusnya seperti itu.
  8. MOVE 4 TO LIN, maka nilai LIN akan menjadi 4 lagi (ini diperlukan karena pada prosedur-prosedur selanjutnya nilai LIN akan dirubah setiap perulangannya).
  9. Lalu program akan melakukan prosedur TAMPILKAN-DATA, dari nilai I mulai dari 1 ditambahkan 1-1 setiap perulangannya sampai dengan nilai I lebih besar dari JMLBRS, hanya dilakukan setelah nilai J dari 1 ditambahkan 1-1 sampai dengan nilai dari J lebih besar dari JMLKOL. Hal ini sama seperti penjelasan nomor 7. Hanya bedanya, pada prosedur ISI-DATA, program akan meminta input  saat setiap perulangannya, sedangkan pada prosedur ini, program hanya akan menampilkan data.

Prosedur kedua yaitu AKHIR. Berisi : STOP RUN untuk menghentikan jalannya program.

Prosedur ketiga yaitu ISI-DATA. Prosedur ini merupakan yang dipanggil atau di-perform saat penjelasan nomor 7 pada prosedur AWAL.

  1. Program akan menampilkan NILAI KE I,J (Tergantung nilai I, J yang sedang dibaca saat perulangan terjadi. Ini akan ditampilkan di baris ke 4 karena nilai LIN yang memiliki nilai 4, dan kolom ke 1.
  2. Program akan menampilkan content atau isi nilai dari variabel NILAI(I,J) pada baris yang sama, namun kolom 18 , karena tidak ada, selanjutnya maka program akan meminta inputan untuk nilai tersebut.
  3. Lalu nilai LIN akan bertambah 1, dengan ini maka setiap perulangan terjadi maka apa yang dicetak pada perulangan ini akan tercetak 1 baris lebih bawah di setiap perulangannya.

Prosedur keempat yaitu TAMPILKAN-DATA. Prosedur ini merupakan yang dipanggil atau di perform saat penjelasan nomor 9 di prosedur AWAL.

  1. Program akan menam menampilkan NILAI KE I,J (Tergantung nilai I, J yang sedang dibaca saat perulangan terjadi. Ini akan ditampilkan di baris ke 4 karena nilai LIN yang diubah kembali menjadi memiliki nilai 4, dan kolom ke 25.
  2. Program akan menampilkan content atau isi nilai dari variabel NILAI(I,J) pada baris yang sama, namun kolom 422.
  3. Compute berarti mengoprasikan nilai LIN, nilai LIN akan ditambahkan 1. Karena prosedur ini masuk kedalam perulangan yang ada di prosedur AWAL, maka tampilan yang ada pada prosedur ini pun akan tercetak 1 baris lebih bawah setiap perulangannya dikarenakan nilai LIN yang ditambahkan 1.

Berikut adalah OUTPUT program secara keseluruhan :

Output Program Array 2 Dimensi

Output Program Array 2 Dimensi

Advertisements

Logika Pascal – Matrix Determinan & Transpose

Coding Matrix Determinan & Transpose dengan Pascal

Coding Matrix Determinan & Transpose dengan Pascal

Logika program perbaris :

  1. uses crt; digunakan untuk memanggil unit library & menghidupkan fungsi crt pada pascal.
  2. Mendeklarasikan t sebagai object.
  3. Mendeklarasikan m1 dan m2 sebagai variable array, dengan 2 dimensi dan masing –masing dari dimensi nya memiliki 2 elemen yang bertipe data integer.
  4. Baris 4-8 : Lok merupakan array dengan 4 elemen , isinya merupakan 4 procedure yaitu input, deter, tampil, & transpos.
  5. Mengakhiri pendeklarasian dari type t.
  6. Mendekarasikan bahwa m adalah t. sehingga nanti procedure dapat dipanggil.
  7. Pendeklarasian variable i, j, k, pil, det1, det2 sebagai variable yang berdata integer.
  8. Baris 12-13 : Pendeklarasian mulainya procedure t.input.
  9. Membersihkan layar output.
  10. Mencetak ‘Input Matrik I‘ pada output.
  11. Untuk I bernilai 1 sampai dengan 2 maka lakukan baris program dibawah ini.
  12. Pemulaian untuk sekumpulan baris yang akan di ulangi di looping i.
  13. Untik J bernilai 1 sampai dengan 2 maka lakukan baris program dibawah ini.
  14. Pemulaian untuk sekumpulan baris yang akan di ulangi di looping j.
  15. Mencetak gambar 1 (lihat gambar), hal ini bisa terjadi karena ada pengulangan :
    2

    Gambar 1

    • Karena looping ini adalah  looping di dalam looping, maka looping dalam dulu yang akan diselesaikan, setelah itu looping luar, dalam hal ini yang menjadi looping dalam adalah variable j.
    • Setelah membaca nilai pertama variable I adalah 1, maka looping akan masuk kedalam dan membaca nilai j yang 1 juga. Lalu masuk ke perintah cetak maka akan  akan mencetak Elemen Matrik [1.1], lalu ada perintah readln yaitu untuk membaca input an user. Inputan user ini juga akan dibaca sesuai nilai I, j.
    • Maka inputan akan dibaca sebagai m1[1,1]. Looping pertama selesai maka program akan membaca nilai j kedua dan melakukan rutinitas yang sama.
    • Setelah nilai j selesai maka nilai I yang kedua akan dibaca dan program akan masuk lagi ke looping j.
  16. Baris 22 untuk mengakhiri looping j , sedangkan 23 untuk mengakhiri looping i.
  17. Gotoxy berarti kursor akan berpindah tempat ke lokasi (35,1) à dalam hal ini berarti kolom ke 35 dan baris ke 1. Lalu pada titik tersebut, program akan mencetak ‘Input Matrik II‘ , dan di baris ini terdapat nilai dari variable k yaitu 2.
  18. Untuk I bernilai 1 sampai dengan 2 maka lakukan baris program dibawah ini
  19. Pemulaian untuk sekumpulan baris yang akan di ulangi di looping i.
  20. Untik J bernilai 1 sampai dengan 2 maka lakukan baris program dibawah ini.
  21. Kursor akan berpindah ke kolom 35 dan baris k, lalu nilai k akan ditambahkan 1.
  22. Mencetak gambar 2(lihat gambar), hal ini bisa terjadi karena adalanya pengulangan seperti penjelasan pada nomor 15. Yang membedakan hanyalah data yang diinput kali ini akan dibaca sebagai m2[i,j].

    Gambar 2

    Gambar 2

  23. Baris 32 mengakhiri looping j, 33 mengakhiri looping I, 34 mengakhiri procedure dari t.input.
  24. Baris 35-36  : Pendeklarasian mulainya procedure t.tampil.
  25. Kursor akan berpindah sebaris lebih bawah.
  26. Baris 38-40 : Program akan mencetak seperti gambar 3.
    Gambar 3

    Gambar 3

    • Baris 38 akan mencetak ‘*Matrik I*‘.
    • Baris 39 akan mencetak data dari m1[1,1], lalu beri jarak 5, dan program akan mencetak data dari m1[1,2] dan kembali memberi jarak 5, bisa dilihat pada nomor 15 bahwa memang yang diinput user sebagai m1[1,1] adalah 1, dan yang sebagai m1[1,2] adalah 2.
    • Baris 40 akan mencetak data dari m1[2,1], lalu beri jarak 5, dan program akan mencetak data dari m1[2,2] dan kembali memberi jarak 5, bisa dilihat pada nomor 15 bahwa memang yang diinput user sebagai m1[2,1] adalah 3, dan yang sebagai m1[2,2] adalah 4.
  27. Baris 41-43 : Program akan mencetak seperti gambar 4.
    Gambar 4

    Gambar 4

    • Baris 41 kursor akan pindah ke kolom 35 baris 9 & akan mencetak *Matrik II*.
    • Baris 42 kursor akan pindah ke kolom 35 baris 10 & akan mencetak data dari m2[1,1], lalu beri jarak 5, dan program akan mencetak data dari m2[1,2] dan kembali memberi jarak 5, bisa dilihat pada nomor 22 bahwa memang yang diinput user sebagai m2[1,1] adalah 4, dan yang sebagai m2[1,2] adalah 3.
    • Baris 43 kursor akan pindah ke kolom 35 baris 11 & akan mencetak data dari m2[2,1], lalu beri jarak 5, dan program akan mencetak data dari m2[2,2] dan kembali memberi jarak 5, bisa dilihat pada nomor 22 bahwa memang yang diinput user sebagai m2[1,1] adalah 2, dan yang sebagai m2[1,2] adalah 1.
  28. Digunakan agar output dapat dilihat sejenak.
  29. Mengakhiri procedure t.tampil.
  30. Baris 46-47 : Pendeklarasian mulainya procedure t.deter.
  31. Maka nilai dari variable det1 ditentukan dari pengurangan nilai m1[1,1] yang dikalikan m1[2,2] dengan nilai m1[1,2] dikalikan m1[2,1].
  32. Maka nilai dari variable det2 ditentukan dari pengurangan nilai m2[1,1] yang dikalikan m2[2,2] dengan nilai m2[1,2] dikalikan m2[2,1].
  33. Kursor akan berpindah sebaris lebih bawah.
  34. Baris 51-52 : Program akan mencetak  seperti gambar 5
    Gambar 5

    Gambar 5

    • -2 adalah data dari det1. Dapat di buktikan bahwa (1*4)-(2*3) =  -2
    • 10 adalah data dari det2. Dapat dibuktikan bahwa (4*1)-(3*2)  = -2
  35. Digunakan agar output dapat dilihat sejenak.
  36. Mengakhiri procedure t.deter.
  37. Baris 55-56 : Pendeklarasian mulainya procedure t.transpos.
  38. Kursor berpindah sebaris lebih bawah, lalu program akan mencetak ‘*Transpose Matrik I*‘.
  39. Program akan mencetak  seperti gambar 6.
    Gambar 6

    Gambar 6

    • Bisa dilihat bahwa yang di cetak di baris pertama adalah data dari m1[1,1] dan m1[2,1] sedangkan yang dicetak pada baris kedua adalah m1[1,2] dan m1[2,2].
    • Hal ini dikarenakan prinsip transpose yang merubah kolom jadi baris dan baris menjadi kolom.
  40. Baris 60-62 , program akan mencetak seperti gambar 7.
    Gambar 7

    Gambar 7

    • Baris 60 kursor akan pindah ke kolom 35 baris 9 & program mencetak ‘*Transpos Matrik II*’.
    • Baris 61 kursor akan pindah ke kolom 35 baris 10 & program akan mencetak data dari m2[1,1] & m2[2,1]. Diberi jarak 5 juga.
    • Baris 62 kursor akan pindah ke kolom 35 baris 11 & program akan mencetak data dari m2[1,2] & m2[2,2]. Diberi jarak 5 juga.
  41. Digunakan agar output dapat dibaca sejenak.
  42. Mengakhiri procedure t.transpos.
  43. Baris 65 memulai program.
  44. Repeat digunakan untuk perulangan, maka baris-baris dibawah ini akan diulang sampai nilai dari pil = 4  : program baris ke-82.
  45. Untuk membersihkan layar output.
  46. Pada kolom 25 baris 1 mencetak ‘***** Menu Matrik *****’.
  47. Pada kolom 25 baris 2 mencetak ‘1. Input Matrik ‘.
  48. Pada kolom 25 baris 3 mencetak ‘2. Transpose Matrik ‘.
  49. Pada kolom 25 baris 4 mencetak ‘3. Determinan Matrik ‘.
  50. Pada kolom 25 baris 5 mencetak ‘4. Keluar‘.
  51. Pada kolom 25 baris 7 mencetak ‘Pilihan 1..4‘, lalu program akan meminta inputan yang kemudian akan dibaca sebagai pil.
  52. Memulai kondisi dengan case, variable yang digunakan untuk case adalah pil.
  53. Bila user menginput 1 maka akan memulai prosedur m.input & m.tampil.
  54. Bila user menginput 2 maka akan memulai prosedur m.transpos.
  55. Bila user menginput 3 maka akan memulai prosedur m.deter.
  56. Akhir dari kondisi case dengan variable pil.
  57. Karena perulangan akan berakhir bila pil = 4, maka ketika user menginput 4, program akan berhenti melakukan perulangan, sedangkan setelah itu sudah tidak ada program apapun maka program pun akan keluar/ter-exit.
  58. Di bawah ini adalah output program secara keseluruhan :
Output Menu Awal -> Input 1

Output Menu Awal -> Input 1

Output Input Matrik (Penginputan)

Output Input Matrik (Penginputan serta hasil)

Transpose Matrik (Menu 2)

Transpose Matrik (Menu 2)

Determinan Matrik (Menu 3)

Determinan Matrik (Menu 3)

Logika COBOL – Program Looping Segitiga Terbalik

Coding COBOL Looping Segitiga Terbalik

Coding COBOL Looping Segitiga Terbalik

Logika program :

  1. Identification Division berfungsi untuk mengidentifikasi program cobol yang kita buat.
  2. Program-id. Looping. Ini mengidentifikasi nama dari program. Nama program ini adalah program looping.
  3. Environment division untuk memberikan informasi tentang apa yang digunakan pada program ini.
  4. Data division digunakan untuk mendeskripsikan variable-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam cobol.
  5. Working storage section untuk menyediakan tempat untuk hasil pekerjaan. Bagian(procedure) Input-area
    • Variable I & Jdengan tipe data integer dan maksimal character 1.
    • Variable NILAI dengan tipe data integer, maksimal character 1 dan bernilai 1.
  6. Procedure division tempat programmer menaruh instruksi-instruksi yang akan dijalankan.
  7. Procedure MULAI berisi :
    • Perform berarti melakukan procedure, kali ini procedure yang akan dilakukan adalah procedure CETAK.
    • Varying digunakan untuk looping, maka dari nilai 6 lalu ditambahkan -1 (dikurang 1) setiap looping nya sampai I bernilai kurang dari NILAI.
    • After untuk looping selanjutnya, maka dari nilai 1, ditambahkan 1 setiap looping nya sampai nilai J lebih besar dari I.
    • Hal ini berarti looping didalam looping. Maka pada pembacaan pertama program akan membaca seperti ini : Karena nilai I yang dibaca pertama adalah 6, lalu bergeser ke baris selanjutnya, looping j adalah dari 1 sampai nilai j lebih besar dari i. kali ini berarti looping j tidak akan berhenti sampai nilai j bernilai 7. Karena yang di cetak pada procedure cetak adalah nilai j, maka program akan mencetak nilai j sampai dengan 6, lalu looping akan keatas lagi membaca nilai I selanjutnya yaitu 5, maka looping j akan terhenti saat bernilai 6 di pembacaan kedua, dan seterusnya.
  8. Procedure SELESAI à berisi STOP RUN untuk menghentikan program.
  9. Procedure CETAK à yang akan dipanggil ke procedure MULAI & yang akan di looping kan.
    • Mencetak nilai dari J . ( ,  ) berfungsi untuk mencetak ke kanan.
    • Jika nilai dari var I = var J maka pada output kursor akan menjadi sebaris lebih bawah (ter-enter).
  10. Berikut adalah output secara keseluruhan :
Output Program COBOL Looping Segitiga Terbalik

Output Program COBOL Looping Segitiga Terbalik

Logika COBOL – Program Go To

Coding COBOL Go To - 1

Coding COBOL Go To – 1

Coding COBOL Go To - 2

Coding COBOL Go To – 2

Logika program :

  1. Identification section digunakan utuk informasi-informasi tentang program seperti nama pembuat, tanggal program dibuat, komentar mengenai program, dsb.
  2. Program-id menamakan program.  Program ini program GOTO.
  3. Data division berguna untuk mendeskripsikan variable-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam cobol.
  4. Working-Storage section digunakan untuk mendeklarasikan variable dan tipe data yang digunakan dalam program cobol.
    • Level number 77 menyatakan variable independent.
    • Variabel JAWAB bisa memiliki data integer+alphabet+symbol-symbol khusus.
  5. Screen section digunakan untuk menentukan format layar tampilan baik input atau output.
    • Pada procdure CLS terdapat blank screen yang digunakan untuk menghapus layar.
  6. Procedure division, pada bagian ini statement instruksi dibuat.
  7. Tanda mulainya procedure TANYA.
    • Menampilkan procedure CLS à Ini berarti layar akan terhapus.
    • Menampilkan ‘MASUKAN KODE BERUPA HURUF (D,E,J,K) :‘.
    • Lalu program akan menerima inputan dari user. Inputan tersebut kemudian akan masuk kedalam masing-masing kondisi yang sudah di program.
  8. Tanda mulainya procedure SELEKSI.
    • Bila isi dari variable JAWAB(Inputan user)  adalah  : D , maka program akan loncat ke Procedure KODE-D.
    • ila isi dari variable JAWAB(Inputan user)  adalah  : E , maka program akan loncat ke Procedure KODE-E.
    • ila isi dari variable JAWAB(Inputan user)  adalah  : J , maka program akan loncat ke Procedure KODE-J.
    • ila isi dari variable JAWAB(Inputan user)  adalah  : K , maka program akan loncat ke Procedure KODE-K.
  9. Tanda mulainya procedure KODE-D
    • Program akan menampilkan : KAMPUS DEPOK
    • Lalu program akan loncat ke procedure SELESAI.
  10. Tanda mulainya procedure KODE-E
    • Program akan menampilkan : KAMPUS KELAPA DUA
    • Lalu program akan loncat ke procedure SELESAI.
  11. Tanda mulainya procedure KODE-J
    • Program akan menampilkan : KAMPUS KALIMALANG
    • Lalu program akan loncat ke procedure SELESAI.
  12. Tanda mulainya procedure KODE-K
    • Program akan menampilkan : KAMPUS KEMANG
    • Lalu program akan loncat ke procedure SELESAI.
  13. Tanda mulainya procedure SELESAI.
    • Menghentikan jalannya program.
  14. Berikut adalah output bila secara keseluruhan bila user menginput huruf J / D.
Output Program COBOL Perform - J

Output Program COBOL Perform – J

Output Program COBOL Perform - D

Output Program COBOL Perform – D

Logika COBOL – Program Perform

Coding COBOL Perform

Coding COBOL Perform

Logika program :

  1. Identification section digunakan utuk informasi-informasi tentang program seperti nama pembuat, tanggal program dibuat, komentar mengenai program, dsb.
  2. Program-id menamakan program.  Program ini program perform.
  3. Nama pembuat program ini adalah Anne.
  4. Environment division digunakan  bagian media apa saja yang digunakan untuk memproses file.
  5. Data division berguna untuk mendeskripsikan variable-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam cobol.
  6. Procedure division, pada bagian ini statement instruksi dibuat.
  7. Tanda dari mulainya procedure mulai.
    • Menjalankan isi dari PROCEDURE-A.
    • Menampilkan ‘SELAMAT BELAJAR‘.
    • Menjalankan isi dari PROCEDURE-B.
    • Menjalankan isi dari PROCEDURE-A.
    • Menghentikan jalannya program.
  8. Tanda dari mulainya PROCEDURE-A.
    • Menampilkan ‘ ********* ‘.
    • Menampilkan ‘ ^^^^^^^^^ ‘.
  9. Tanda dari mulainya PROCEDURE-B.
    • Menampilkan ‘DAN SEMOGA SUKSES‘.
  10. Berikut adalah output program secara keseluruhan :

    Output Program COBOL Perform

    Output Program COBOL Perform

Logika COBOL – Program Biodata

Coding COBOL Biodata 1

Coding COBOL Biodata 1

Coding COBOL Biodata 2

Coding COBOL Biodata 2

Logika program :

  1. Identification section digunakan utuk informasi-informasi tentang program seperti nama pembuat, tanggal program dibuat, komentar mengenai program, dsb.
  2. Program-id menamakan program.  Program ini program biodata.
  3. Nama pembuat program ini adalah Anne.
  4. Environment division digunakan  bagian media apa saja yang digunakan untuk memproses file.
  5. Data division berguna untuk mendeskripsikan variable-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam cobol.
  6. Working-Storage section digunakan untuk mendeklarasikan variable dan tipe data yang digunakan dalam program cobol.
    • Variabel NAMA memiliki data alphabet dengan maksimal character 20.
    • Variabel NPM memiliki data integer dengan maksimal character 8.
    • Variabel KELAS bisa memiliki data integer+alphabet+symbol-symbol khusus   dengan maksimal character 5.
  7. Screen section digunakan untuk menentukan format layar tampilan baik input atau output.
    • Pada procdure CLS terdapat blank screen yang digunakan untuk menghapus layar.
    • Pada procedure inputan :
      1. Pada baris 5 kolom 8 bernilai ‘Masukkan nama :’ .
      2. Kolom ditambahan 1, berarti pada kolom 9 input yang dimasukan user pada bagian ini akan masuk ke variable NAMA.
      3. Pada baris 6 kolom 8 bernilai ‘Masukkan NPM :’ .
      4. Kolom ditambahkan 1, berarti pada kolom 9 input yang dimasukan user pada bagian ini akan masuk ke variable NPM.
      5. Pada baris 7 kolom 8 bernilai ‘Masukkan kelas :’ .
      6. Kolom ditambahkan 1, berarti pada kolom 9 input yang dimasukan user pada bagian ini akan masuk ke variable KELAS.
  8. Procedure division, pada bagian ini statement instruksi dibuat.
    • Menampilkan prosedur CLS, yaitu menghapus layar.
    • Menampilkan prosedur INPUTAN , bisa dilihat pada gambar 1.

      Gambar 1

      Gambar 1

    • Menerima apa yang diteriman pada prosedur inputan.
    • Menampilkan gambar 2, dan disebelahnya data dari variable NAMA, pada baris 9 kolom 8.

      Gambar 2

      Gambar 2

    • Menampilkan gambar 3, dan disebelahnya data dari variable NPM pada baris 10 kolom 8.

      Gambar 3

      Gambar 3

    • Menampilkan gambar 4, dan disebelahnya data dari variable KELAS pada baris 11 kolom 8.

      Gambar 4

      Gambar 4

    • Menghentikan jalannya program.
  9. Berikut adalah output secara keseluruhan :
Output Program Biodata

Output Program Biodata

Logika COBOL – Program Luas Segitiga

I. PROGRAM LUAS SEGITIGA

Coding COBOL Luas Segitiga

Coding COBOL Luas Segitiga

Logika program :

  1. Identification section digunakan utuk informasi-informasi tentang program seperti nama pembuat, tanggal program dibuat, komentar mengenai program, dsb.
  2. Program-id menamakan program.  Program ini program segitiga.
  3. Nama pembuat program ini adalah saya.
  4. Environment division digunakan  bagian media apa saja yang digunakan untuk memproses file.
  5. Data division berguna untuk mendeskripsikan variable-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam cobol.
  6. Working-Storage section digunakan untuk mendeklarasikan variable dan tipe data yang digunakan dalam program cobol.
    • Variabel Alas memiliki data integer dengan maksimal character 2.
    • Variabel Tinggi memiliki data integer dengan maksimal character 2.
    • Variabel Hasil memiliki data integer dengan maksimal character 3.
  7. Screen section digunakan untuk menentukan format layar tampilan baik input atau output.
    • Pada procdure CLS terdapat blank screen yang digunakan untuk menghapus layar.
    • Pada procedure inputan :
      1. Pada baris 3 kolom 7 bernilai ‘Masukkan alas :’ dan data dari variable ALAS.
      2. Kolom ditambahan 1, berarti pada kolom 8 input yang dimasukan user pada bagian ini akan masuk ke variable ALAS.
      3. Pada baris 4 kolom 7 bernilai ‘Masukkan tinggi :’ dan data dari variable TINGGI.
      4. Kolom ditambahkan 1, berarti pada kolom 8 input yang dimasukan user pada bagian ini akan masuk ke variable TINGGI.
  8. Procedure division, pada bagian ini statement instruksi dibuat.
  9. Tanda dari mulainya procedure mulai.
    • Menampilkan apa yang ada pada procedure CLS.
    • Menampilkan apa yang ada pada procedure INPUTAN.
    • Menerima inputan yang di input user pada masing-masing variable ALAS dan TINGGI pada procedure INPUTAN.
    • Menghitung nilai dari variable HASIL dengan mengalikan nilai dari variable ALAS dan variable TINGGI lalu dibagi 2.
    • Menampilkan pada baris 6 dan kolom 7 ‘LUAS SEGITIGA .
    • Menampilkan pada baris 6 kolom 30 nilai dari variable HASIL.
    • Menghentikan jalannya program.
  10. Berikut adalah Output program secara keseluruhan :
Output Program COBOL Luas Segitiga

Output Program COBOL Luas Segitiga

Bisa dilihat bahwa (20 * 5)/2 memang = 50.