Monthly Archives: November 2014

Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian digunakan untuk mendapatkan nilai laba secara detail. Jurnal Penyesuaian dibuat akhir periode.

Prinsip & Konsep yang berkaitan dengan penentuan laba :

  • Konsep Akuntansi Akrual       mengakui pengaruh transaksi.
  • Periode Akuntansi       Membuat laporan keuangan secara periodik. Mis : setiap akhir bulan atau setiap akhir tahun.
  • Prinsip Pendapatan      dicatat saat keuntungan diperoleh.
  • Prinsip mempertandingkan      Semua akun pendapatan dijumlah.

Contoh kasus Jurnal Penyesuaian :

Data neraca saldo sebagian untuk Perusahaan Dannisa Wedding Package 31 Desember 2010 sebagai berikut :

Sewa dibayar dimuka   = Rp 24.000.000

Perlengkapan / bahan habis pakai   = Rp   2.600.000

Peralatan dekorasi   = Rp 30.000.000

Akumulasi penyusutan peralatan dekorasi   = Rp   1.500.000

Beban Iklan   = Rp 10.000.000

Beban asuransi   = Rp   5.000.000

Keterangan akhir periode 31 Desember 2010 sebagai berikut :

  1. Sewa dibayar dimuka tsb dibayar pada 1 Agustus 2010 yang lalu untuk satu tahun
  2. Setelah dihitung perlengkapan yang sudah habis dipakai sebesar Rp 1.900.000
  3. Dari peralatan dekorasi disusutkan 5% dari nilai buku
  4. Asuransi yang sudah kadaluarsa sebesar Rp 1.500.000
  5. Masih harus dibayar beban gaji 20 orang karyawan selama 3 hari gaji per hari per orang sebesar Rp 50.000

Masih ada tagihan pendapatan dekorasi Rp 5.000.000 belum diterima. Buat Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2010.

Berikut adalah jawaban :

Jurnal Penyesuaian Dannisa Wedding Package 31 Desember 2010

Jurnal Penyesuaian Dannisa Wedding Package 31 Desember 2010

Penjelasan :

    • Sewa dibayar dimuka diketahui dibayar untuk satu tahun sedangkan 5 bulan sudah berlalu, maka 5/12 x Rp 24.000.000,00 = Rp 10.000.000,00 . Akun beban sewa di debit dan Sewa dibayar dimuka di kredit karena berkurang.
    • Karena yang diketahui adalah yang telah habis dipakai, maka bisa langsung dicatat pengurangan dari perlengkapan kedalam jurnal penyesuaian. Rp 1.900.000,00 untuk akun beban perlengkapan di debit karena beban bertambah dan akun perlengkapan di kredit karena berkurang.
    • Bahan penyusutan peralatan dekorasi = Peralatan Dekorasi – Akumulasi Penyusutan yaitu Rp 30.000.000,00 – Rp 1.500.000,00 = Rp 28.500.000,00 . Kemudian penyusutan sebesar 5% dari nilai buku maka 5/100 x Rp 28.5000.000,00 = Rp 1.425.000,00 .
    • Beban Asuransi – Asuransi yang kadularsa = Rp 5.000.000,00 – Rp 1.500.000,00 = Rp 3.500.000,00. Beban Asuransi di kredit karena yang di catat nilai yang belum kadaluarsa. Dan Asuransi dibayar dimuka debit.
    • Jumlah karyawan x Beban gaji karyawan per orang = Ans x Lama kerja 3 hari maka 20 orang x Rp 50.000,00 = Rp 1.000.000,00 x 3 hari kerja = Rp 3.000.000,00 . Beban di debit karena beban bertambah, dan hutang di kredit karena hutang bertambah.
    • Tagihan pendapatan dekorasi Rp 5.000.000,00 . Piutang di debit karena bertambah, dan pendapatan di kredit karena bertambah juga.

Hutang

Hutang usaha/dagang biasanya merujuk pada jumlah yang terhutang karena pembelian bahan oleh perusahaan industri/pabrik atau karena pembelian barang dagangan oleh perusahaan yang bergerak dibidang usaha perdagangan besar/eceran.

Advertisements

Komunikasi pada Organisasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Komunikasi merupakan fungsi dasar dari manajemen dalam organisasi. Komunikasi merupakan proses transmisi informasi, gagasan, pikiran, pendapat, dan rencana antara berbagai bagian organisasi. Jadi, memang bisa dibilang komunikasi merupakan unsur penting dalam berorganisasi.

Dibawah ini adalah unsur-unsur dari komunikasi itu sendiri. yaitu :

  1. Sumber, setiap peristiwa komunikasi, pasti ada pembuat atau pengirim informasi. Sumber bisa terdiri dari satu orang, ataupun kelompok seperti partai, organisasi, lembaga.
  2. Pesan, merupakan sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Bisa dilakukan dengan tatap muka ataupun melalui media komunikasi.
  3. Media, merupakan sarana yang digunakan saat menyampaikan pesan.Ada banyak media yang dapat digunakan, seperti surat, telpon, rapat, seminar, surat kabar, radio, dan masih banyak lagi.
  4. Pengaruh atau efek, merupakan apa yang di rasakan atau dipikirkan setelah menerima pesan tersebut.

Jenis komunikasi yang dapat terjadi  dalam organisasi

Banyak jenis komunikasi yang terjadi dalam organisasi. Beberapa yang ditujukan ke pihak internal adalah :

Kepada pihak internal, ada komunikasi ke atas, ke bawah, atau sepantaran.

Saat ke atas adalah biasanya saat kami mengajukan berbagai macam surat perizinan kepada kepala sekolah, komunikasi ini disebut komunikasi tertulis. Tetapi kita juga bisa mendiskusikannya secara lisan dengan kepala sekolah / wakil kepala sekolah, dengan cara mempresentasikan nya ataupun rapat dengan mereka, komunikasi ini disebut komunikasi lisan. Menurut saya hampir semua komunikasi keatas dilakukan secara formal, maka komunikasinya disebut komunikasi formal.

Saat ke bawah, komunikasi yang sering saya lakukan adalah berupa penyebaran info yang biasa juga disebut jarkom, kepada anggota-anggota di tingkat bawah ataupun pembagian tugas saat rapat. Komunikasi ke bawah bisa dilakukan secara formal ataupun informal. Formal biasanya dibutuhkan untuk suasana yang lebih kondusif saat berdiskusi. Sedangkan informal seperti penambahan tugas secara individual ataupun saat kita merayakan keberhasilan akan sesuatu.

Sedangkan ke sepantaran, menurut saya nyaris sama dengan ke bawah. Namun saat ke sepantaran, rapat kami bisa dilakukan secara informal. Terutama saat kami membahas masalah yang terjadi pada anggota sepantaran kami saat berorganisasi, disebut informal karena kami menumpahkan apa saja yang dipikirkan kami saat berdiskusi, termasuk kemarahan atau ketidaksenangan antara sesama anggota. Hal-hal yang seperti ini memang biasanya hanya harus dibahas dan diselesaikan oleh anggota per angkatan nya sendiri.

source : 

Unsur-Unsur Komunikasi

Komunikasi dalam Organisasi

Akuntansi Jurnal & Posting

Buku Jurnal adalah media pencatatan transaksi secara kronologis berupa pendebitan & pengkreditan rekening beserta penjelasan yang diperlukan dari transaksi tersebut.

kolom-kolom yang harus ada pada buku jurnal :

  1. Halaman jurnal
  2. Tanggal
  3. Keterangan
  4. Referensi
  5. Debit & Kredit

Bentuk-bentuk rekening :

  • Rekening berbentuk T  , merupakan yang paling sederhana.
Rekening berbentuk T

Rekening berbentuk T

  • Ref. bentuk T disempurnakan (dua kolom), merupakan penyempurnaan bentuk T.
Rekening bentuk T disempurnakan (2 kolom)

Rekening bentuk T disempurnakan (2 kolom)

  • Rek. berbentuk tiga kolom.
Rekening berbentuk 3 kolom

Rekening berbentuk 3 kolom

  • Rek. berbentuk empat kolom.
Rekening berbentuk 4 kolom

Rekening berbentuk 4 kolom

Jurnal penutup        : Untuk menghitung laporan akhir di akhir tahun.

Jurnal pembalik       : Dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari jurnal penyesuaian.

Jurnal koreksi           : Untuk mengoreksi kesalahan yang ada pada laporan keuangan.

Contoh kesalahan jurnal koreksi

  • Kesalahan jumlah

Misal : pada 25 Agustus diketahui terjadi kesalahan pencatatan pembayaran listrik yang sebesar Rp 15.000.000,00 dimasukan hanya Rp 1.500.000,00 . Koreksi dapat dilakukan dengan memasukan jumlah selisihnya

Rp 15.000.000,00 – Rp 1.500.000,00 = Rp 13.500.000,00

 

Ciri-Ciri dan Struktur Organisasi

Pada post ini, saya akan menjabarkan ciri-ciri dari organisasi menurut saya.

Menurut hasil pencarian saya, ada beberapa ciri dari organisasi, yaitu :

  1. Adanya komponen (Atasan dan Bawahan)
  2. Adanya kerja sama
  3. Adanya tujuan
  4. Adanya sasaran
  5. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Saya akan menjabarkannya dengan pengalaman saya.

Organisasi pasti terdiri dari beberapa orang. Hal ini disebabkan karena sulitnya/tidak mungkin mencapai tujuan secara individu. Dalam pengalaman saya adalah membuat acara jejepangan di sekolah sendiri. Organisasi kami berdiri karena ada keterlibatan banyaknya komponen atasan dan bawahan, seperti kepala sekolah, pembina, sampai dengan yang dibawah yaitu anggota. Di bawah nanti saya akan menjelaskan struktur dari organisasi.

Poin selanjutnya, kami hanya akan mencapai tujuan kami bila kami dapat berkerja-sama satu sama lain. Tujuan akan sulit atau bahkan tidak mungkin dicapai bila tidak adanya kerja sama. Contohnya, bila dalam satu organisasi, kami mengalami ketidak sepakatan pendapat, apa langkah selanjutnya dalam mencapai tujuan akan bisa terus berjalan ? dalam organisasi saya, kami sering mengalami perbedaan pendapat, atau bahkan konflik, tapi bisa kami lewati demi kemauan mencapai tujuan yang keras dan kerja-sama yang baik. Kami mendiskusikan semua masalah yang dihadapi bersama, bahkan bila masalah tersebut seharusnya tidak dialami bersama.

Adanya tujuan. Seperti yang saya bilang sebelumnya, pasti ada tujuan yang ingin dicapai bersama. Kalau tidak ada tujuan maka buat apa organisasi itu dibuat ?

Adanya sasaran. Organisasi saya saat itu memiliki sasaran yang penting. Karena kami ingin membuat acara jejepangan untuk pertama kalinya disekolah kami, sasaran atau target kami adalah untuk membuat nama ekskul kami terkenal atau paling tidak diketahui di SMA SMA bekasi. Sasaran utamanya adalah meraih pengunjung sebanyak mungkin dan membuat mereka terkesan dengan acara pertama kami, sehingga pada tahun-tahun selanjutnya, mereka akan datang lagi ke acara kami.

Keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati. Dalam berorganisasi, anggota di tuntut untuk melakukan bagian tugas yang ia miliki demi kelancaran pencapaian tujuan bersama. Lalu, berorganisasi berarti berhubungan dengan banyak orang, dan tidak hanya orang, bahkan organisasi-organisasi lain. Ini sebabnya kita harus menjaga tata tertib. Karena pada dasarnya, memang ada bentuk organisasi yang formal dan informal, tapi bila kita berhubungan dengan yang formal, maka tentu saja kita harus mengikuti tata tertib dan melakukan segala sesuat sesuai prosedur yang ada. Dengan orang lain yang satu organisasi dengan kita pun, kita harus menjaga tata tertib demi rasa kenyamanan bersama dan tidak adanya kecurigaan satu sama lain.

Pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. Seperti yang telah dibilang sebelum-sebelumnya, demi pencapaian tujuan, maka masing-masing anggota memiliki jatah tugas nya. Jatah-jatah tugas ini tentu saja tidak asal diberikan, tetapi diberikan sesuai dengan wewenang dan kewajibannya saat memegang posisi atau jabatan tersebut.

Dibawah ini adalah struktur organisasi yang pernah saya jalani :

Struktur Organisasi Jakuen Tahun 2011/2012

Struktur Organisasi Jakuen Tahun 2011/2012

Struktur organisasi sangat penting dalam penanggung jawaban. Bisa dilihat bahwa paling atas adalah kepala sekolah yang menyetujui penyelenggaraan dari organisasi kami yang mengikut-sertakan nama dari SMA Negeri 2 Bekasi. Kepala sekolah bertanggung-jawab kepada pihak eksternal bila organisasi kami bermasalah.

Dibawahnya ada Pembina kami yang membantu kami dalam pengambilan berbagai macam keputusan. Pembina juga memberi berbagai macam saran sebelum kami mengajukan proposal atau hal-hal lainnya kepada kepala sekolah. Pembina bertanggung-jawab kepada kepala sekolah.

Ketua bersifat menengahi kami, membimbing, berkomunikasi dengan setiap anggota. Ketua tentu saja akan bertanggung-jawab kepada pembina dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi kami secara keseluruhan.

Dibawah Ketua ada empat inti yaitu :

  1. Wakil Ketua 1 , dia membawahi bagian-bagian divisi. Divisi itu sendiri adalah kegiatan-kegiatan yang kemungkinan dijalankan secara rutin oleh organisasi kami. Ada tiga divisi dibawah yaitu  Divisi Ongaku (Musik), divisi doujinshi (Cerita-gambar/Komik), divisi dorama-cosplay (Drama/Pentas & Perkostuman)
  2. Wakil Ketua 2, dia membawahi bagian-bagian sekbid (seksi bidang) per-event-an. ada dua yaitu eksternal dan Internal. Pada eksternal , anggota yang bertugas mengawasi acara-acara di luar lingkungan organisasi, dan memutuskan/menyalurkan keikutsertaan anggota dalam acara yang ada diluar. Sedangkan internal, seperti acara-acara lomba yang memang diperuntukan untuk anggota dalam sekolah, atau seperti acara jejepangan yang kami ingin capai.
  3. Sekretaris, mengurusi segala macam inventaris yang dimiliki oleh organisasi, serta penyuratan baik keluar lingkungan sekolah ataupun kedalam lingkungan sekolah.
  4. Bendahara umum, mengurusi segala macam catatan keuangan / kegiatan keuangan yang terjadi di dalam organisasi.

Struktur organisasi diatas merupakan contoh sederhana dari berbagai macam organisasi yang ada saat ini. Struktur diatas berdasarkan tahun kepengurusan yang saya alami yaitu 2011-2012.

1. sourcehttp://teori-organisasi-umum-1.blogspot.com/2013/05/ciri-ciri-organisasi.html