Monthly Archives: October 2014

Prinsip Akuntansi dan Pelaksanaannya

Akuntansi merupakan kegiatan pengukuran suatu informasi keuangan yang dapat bermanfaat bagi orang lain untuk membuat keputusan ataupun kegiatan lainnya.

Orang yang melakukan kegiatan akuntansi disebut dengan akuntan. Akuntansi disebut juga sebagai seni dikarenakan manusia sering tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan kegiatan akuntansi.

Macam-macam kegiatan akuntansi :

  1. Penggolongan — Seperti mata uang di negara-negara.
  2. Pencatatan — Seperti pencatatan transaksi : pengeluaran, pemasukan, dsb.
  3. Peringkasan — Meringkas data layaknya pada statistika, tidak boleh ada data yang hilang. hanya di ringkas.
  4. Pengukuran — Merupakan kombinasi dari 3 poin di atas.

Keahlian pada akuntansi :

  1. Berkomunikasi — mempresentasikan hasil-hasil kegiatan akuntansi kepada para pihak yang membutuhkan seperti pemegang saham, investor.
  2. Interpretasi — Seperti penafsiran melalui laporan-laporan keuangan
  3. Pengambilan keputusan — seperti untuk masa depan perusahaan, bagaimana perusahaan akan berkembang, tetapi bisa juga pengambilan keputusan untuk para investor yang akan berinvestasi di perusahaan tersebut.

Selanjutnya adalah beberapa manfaat akuntansi bagi beberapa kalangan, seperti :

Bagi  perusahaan :

  1. Controlling (pengendalian)
  2. Coordination (pengkoordinasian)
  3. Planning (perencanaan)

Akuntansi juga di pakai sebagai tolak ukur, atau pelaporan keuangan, karena hal inilah akuntansi bisa dibilang juga sebagai bahasa bisnis karena melalui akuntansi, informasi-informasi disampaikan.

Bagi pendidikan :

Demi memberi pengetahuan lebih kepada pelajar tentang akuntansi itu sendiri, belajar menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lapangan Pekerjaan Khusus Akuntansi

  1. Auditing dan Investigation (Pemeriksa Keuangan)
  2. Cost Accounting (Akuntansi Biaya)
  3. Management Accounting
  4. Tax Accounting (Perpajakan)
  5. Budgetary (Anggaran, dsb)
  6. Government Accounting (Akuntansi Pemerintahan)
  7. Social Accounting (Kemasyarakatan) : Seperti koperasi.

Jenis-jenis perusahaan :

  1. Manufaktur : Perusahaan jenis ini memproduksi dan menjual barang.
  2. Dagang : Perusahaan jenis ini hanya menjual tetapi tidak memproduksi barang.
  3. Jasa : Perusahaan jenis ini menjual jasanya kepada pelanggan.

Bentuk-bentuk perusahaan :

  1. Perseorangan : Dibangun dan dimiliki oleh individu. Sumber uang nya merupakan harta milik pribadi.
  2. Persekutuan : Dimiliki oleh dua atau lebih individu. Masing-masing menyetorkan modal dan bekerja-sama.
  3. Perseroan : Didirikan dua atau lebih individu yang sudah menurut hukum. Modalnya pun terdiri dari saham-saham.

Persamaan Akuntansi

Aset , Kewajiban, Ekuitas masuk kedalam neraca

Pendapatan & Beban masuk kedalam laporan laba rugi.

Laporan keuangan adalah : Sebuah catatan yang menggambarkan perusahaan itu.

Pelaporan keuangan adalah : Segala macam unsur keuangan yang berkaitan dengan penyediaan & penyampaian informasi keuangan.

Pengalaman Berorganisasi.

Pengalaman saya dalam berorganisasi tidak banyak. Saya mengikuti dokcil saat Sekolah Dasar, itupun tidak diniati dengan sungguh-sungguh karena saya tidak begitu memiliki passion dalam bidang itu. Saat SMP saya menjadi anggota dari Ekstrakulikuler Paduan Suara, saya menjadi anggota sekitar 2 tahun tapi kemudian tidak aktif karena tidak sanggup mengikuti rutinitas yang di jalankan oleh Ekstrakulikuler tersebut. Saat SMA, saya bisa dibilang sangat aktif dalam berogranisasi. Ikut dalam pembuatan beberapa acara. Ada yang terlibat karena memang saya tergabung dengan ekstrakulikuler yang mengadakan acara, ada juga yang memang terlibat karena tugas.
Saat SMA saya mengikuti Ekstrakulikuler Jejepangan & Kipas. Tapi pada akhirnya, saya hanya aktif pada ekstrakulikuler jejepangan. Saat saya bergabung dengan organisasi itu, organisasi itu baru saja dibuat oleh kaka kelas saya dan baru saja diresmikan. Kita memulai segala nya dari 0. Dikarenakan organisasi ini terbilang baru, anggota pun masih harus di cari yang benar-benar bertekad untuk bergabung dan mau mengurusi organisasi. Jadilah terpilihlah saya sebagai Bendahara khusus di kelas 10 SMA. Saat itu struktur organisasi masih berantakan, masih bingung dengan seberapa banyak pengurus kah yang sebenarnya di butuhkan. Saat itu juga ekskul kami belum mempunyai blazer, padahal semua ekskul lainnya sudah memiliki.
Banyak masalah yang karena ekskul kami baru, seperti :

  1. Kepengurusan blazer;
  2. Penjalanan proker(Project Kerja) yang belum rutin;
  3. Penentuan konsep untuk Bunkasai (festival jejepangan);
  4. Dan masih banyak lagi.

Masalah-masalah seperti diatas harus didiskusikan bersama dan harus ada yang mengambil keputusan. Sering kali konflik terjadi diantara kami. Ya inilah yang namanya organisasi, tubuh nya saja sudah beda, pemikirannya pun pasti berbeda. Tapi tidak hanya konflik yang terjadi pada organisasi, dengan konflik, kita menjadi semakin kompak dan semakin mengerti satu sama lain.

Pada akhirnya saya menjadi bendahara umum di ekskul saya. Saat kami naik kelas, kami merencanakan acara perdana kami yang kami namakan Jakusai berasal dari nama Jakuen No Bunkasai. Konsep dari acara kami adalah Hajimete no bunkasai yang berarti festival pertama. Pada acaranya pun, saya bertugas menjadi bendahara juga. Banyak hal kecil yang harus diperhatikan saat jadi bendahara. Sulit tapi saya senang mempunyai pengalaman jadi bendahara. Membuat saya lebih apik dan hati-hati dalam mengurus uang, saya jadi mengerti membuat anggaran & laporan keuangan setelah acara selesai. Selain bendahara, menurut saya, saya agak mengambil beberapa pekerjaan dari sekretaris karena beberapa alasan tertentu yang terjadi saat itu. Saya jadi belajar membuat surat-surat perizinan, MOU, rundown, proker-proker, timeline proker, Proposal acara-acara & sponsor, bahkan membuat proposal berbahasa Inggris! Karena kami saat itu butuh mengajukannya ke kedutaan Jepang. Saya juga belajar menggunakan photoshop. Semua karena sumber daya manusia yang kurang maka anggota kami sebisa mungkin menjejal semuanya. Saya belajar untuk membuat cover dari proposal serta desain-desain dalamnya, saya juga jadi mengerti bagaimana pembuatan poster, tiket, stamp, dan hal-hal lainnya yang masih berhubungan dengan per-desain-an. Dengan beroganisasi, membuat kita jadi mempunyai banyak kenalan, tidak hanya yang sepantaran, namun para pembaca proposal yang ada di perusahaan-perusahaan, bahkan orang-orang yang ada di kedutaan. Yak bisa dilihat , padahal saya hanya bergabung dalam waktu 2 setengah tahun(2010-2013), tetapi pengalaman yang saya raih sudah cukup banyak, ini pun, saya yakin, tidak semua saya tulis.

Setelah bergabung untuk 2 tahunan, ekskul kami regenerisasi dan kepengurusan pun di pindahkan kepada adik-adik kelas yang lebih berpeluang untuk mengembangkan ekskul kami. Dengan ilmu pengorganisasian yang tidak cukup banyak, kami sebanyak mungkin membimbing adik-adik kelas, dan sisanya mereka yang mengembangkan kembali. Alhamdulillah semua usaha tidak sia-sia , senang melihat anggota ekskul kami saat ini lebih banyak yang berminat, pengorganisasian pun lebih terstruktur.

Saat saya lepas dari tanggung jawab organisasi ekskul, saya dibebani tugas oleh guru saya untuk membuat sebuah seminar. Disinilah untungnya kita pernah beorganisasi. Ilmu-ilmu saya yang di raih saat berorganisasi saya terapkan lagi saat memubuat seminar. seminar ini memang tidak besar, tetapi panitianya juga hanya kurang lebih 7 orang. Karena pernah beroganisasi, saya jadi lebih memahami dan setidaknya menghargai pendapat orang lain. Tetapi saya juga selalu berusaha untuk menyampaikan pendapat saya. Karena kami sudah mengetahui keahlian masing-masing, penugasan pun lebih mudah, dan acara pun bisa berjalan dengan lancar.


Jadi sebenarnya apa yang memotivasi saya untuk mengikuti organisasi ?

  1. Hobby. Karena saya senang bernyanyi dan senang menonton anime(kartun Jepang), saya pun jadi suka budaya ataupun bahasa Jepang itu sendiri. ini jelas faktor utama saya mengikuti organisasi.
  2. Ingin menemukan orang yang memiliki hobby sama dengan kita. yap. kenalan dengan orang-orang. berdiskusi mengenai hal yang kita sukai itu sangat menyenangkan !
  3. Ingin belajar berinteraksi dengan banyak orang. Saat berorganisasi pasti kita mengalami hal ini.
  4. Ingin belajar dibebani tanggung jawab besar. Yap, jadi saat esok hari dibebani tanggung jawab serupa, kita tidak akan kaget.
  5. Ingin belajar berpikir kritis.
  6. Ingin mengikuti lomba.
  7. Dan ini yang utama          Ingin mempelajari apa yang diajarkan pada ekstrakulikuler tersebut. Saat itu ekstrakulikuler saya mengajarkan beberapa budaya Jepang, cara membuat komik, berbahasa Jepang, belajar cosplay (bagi yang menyukai XD),  dan masih banyak lagi tentunya ^^.

Jadiiiii~ sebelum kamu terlalu sibuk  usahakan ikuti organisasi. Konon katanya (karena saya belum kerja makanya konon XD) pengalaman berorganisasi ini dapat kalian rasakan sekali manfaatnya saat sudah kerja. Jadi berorganisasilah karena tidak ada kata telat dalam berogansasi.