Monthly Archives: April 2014

Penderitaan Manusia

Di dunia ini ada berbagai macam bentuk penderitaan yang terjadi pada manusia. Tentu saja, tiap manusia memiliki cobaan nya masing-masing. Kali ini, saya akan membahas beberapa penderitaan yang sering kita jumpai di Negeri kita ini , Indonesia.

Banyak cerita yang saya dengar tentang penderitaan. Terutama kisah penderitaan dari orang-orang yang ingin dan sekarang telah meraih kesuksesan. Sebut saja Helen Keller, dia terlahir membawa penyakit yang membuatnya tidak dapat melihat ataupun mendengar, tetapi dengan kelebihannya, dia dapat merasakan bentuk-bentuk disekitarnya melalui indra-indra lainnya yang ia miliki. Dengan kelebihannya, ia terus berusaha untuk menutupi kekurangannya. Karya nya pernah dianggap sebagai tindakan plagiat, tapi iya tidak putus asa, iya terus berusaha, dan sekarang, banyak karya miliknya yang telah membantu banyak orang buta.

Di Indonesia pun, banyak orang-orang yang patut diacungi jempol untuk usahanya yang tiada henti.

Ironis rasanya ketika melihat berita yang memberitahukan bahwa ada sekelompok anak yang harus menyebrangi sungai dengan jembatan yang bahkan sudah tidak layak disebut jembatan demi mendapatkan pendidikan yang seharusnya ia dapat, lalu melihat anak-anak disekitar saya yang terkadang menurut saya mereka itu tidak tahu caranya bersyukur. Mereka sudah dibiayai untuk sekolah, tetapi mereka bolos seenak jidat mereka tanpa memikirkan orang tua yang sudah membanting tulang untuk mencari uang yang akan dibayarkan untuk pendidikan mereka tersebut. Kasus seperti ini banyak sekali dijumpai di Indonesia. Ada juga anak yang tidak mampu bersekolah demi mencari uang untuk sebungkus nasi. Hal tersebut membuat saya miris ketika melihat orang yang tidak menghabiskan makanan nya

Ayah saya juga merasakan penderitaan semasa kecil nya. Ia dan saudara-saudaranya. Kakek saya merupakan seorang pahlawan di Indonesia. Dia memiliki aturan yang sangat keras terhadap anak-anaknya. Menurut saya, kakek saya hanya ingin agar anak-anak nya mandiri, tanpa bantuan orang lain. Ayah saya dan saudara-saudaranya dibuat untuk kerja semenjak mereka kecil. Ayah saya sudah melakukan berbagai macam kerja sampingan saat dia menginjak bangku SD. Ayah saya mengajar bermain gitar saat dia kelas 6 SD. Hebat bukan ? sayapun tidak mengerti bagaimana ayah saya bisa melakukan hal itu dengan umur yang relatif masih sangat muda. Tidak hanya itu, mereka juga mengumpulkan barang-barang bekas, seperti botol, untuk menjualnya kembali. Walaupun kakek saya memegang jabatan yang cukup tinggi, semua anak dari kakek saya tidak ada yang sekolah nya di biayai. Semua anak dari kakek saya membayarnya dengan uang yang diraih dari pekerjaan sampingan tersebut, dan sekarang, bisa saya bilang bahwa semua saudara dari ayah saya bisa hidup sukses. Sukses itu relatif. Banyak yang bilang bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Dan menurut saya, hal itu benar, karena dengan adalanya kegagalan, manusia seharusnya kembali bangkit dan mencoba dengan usaha yang lebih keras.

Jadi, sebesar apa pun penderitaan kamu sekarang ini, bersyukurlah karena pasti masih banyak yang lebih tida beruntung dari kamu, entah dari sisi materi atau mental. Sekian 🙂

Advertisements

Keindahan Awan

Hey-o. Singkat saja. Di dunia ini ada berbagai macam keindahan untuk berbagai macam orang. Keindahan untuk masing-masing orang di artikan secara berbeda, namun menurut saya ada kesamaan yang membuat kita bilang ‘hal’ tersebut indah. Kita menikmati hal tersebut. Kita mengagumi hal tersebut. Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang awan. Ya awan atau kalian bisa sebut saja kumpulan uap air. Jangan salah, kumpulan uap air ini memiliki ilmu tentang bentuk-bentuknya, yang saya nikmati, and yes, you guess it right. Imma tell you about these things 😉

Awan itu apasih ?

Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es yang melayang-layang di atmosfer. Awan terjadi karena adanya proses kondensasi. Sedangkan kondensasi adalah proses berubahnya uap air menjadi air. Jadi….. kalo kalian nyebut awan sebagai uap air, salah ya. Yang benar adalah titik-titik air.

Sebenernya gimana sih cerita terbentuknya awan-awan ?

Jadi, udara yang panas bermuatan uap air yang lembab lalu membubungi ke angkasa.Bila ia mencapai titik ketinggian tertentu, maka udara panas itu akan menjadi dingin. Pada titik suhu yang tersejuk ia tak mampu lagi memikul beban bahan uap yang lembab itu. Maka uap air itu akan menjadi tetesan – tetesan air atau gumpalan es sehingga menjelma dalam bentuk awan.

Ada apa aja sih bentuk-bentuk awan ?

Awan itu dibagi 3 bagian.

Awan yang rendah, mereka berada di ketinggian <6500 ft. Awan yang berada di ketinggian sedang, berada pada ketinggian antara 6500 ft. Samapai dengan 23000 ft. Sedangkan awan yang berada pada kategori awan yang tinggi, berada pada ketinggian 16500 ft. Sampai dengan 45000 ft.

Berikut adalah nama-nama awan berdasarkan genus species ketinggian dan variasi nya.

clouds

Sudah melihat daftar diatas ? banyak bukan ? selama ini mungkin sebagian besar hanya menganggap bahwa awan adalah gumpalan putih yang dapat membawa hujan, tapi dengan melihat daftar diatas, kita bisa mengetahui bahwa sesungguhnya awan pun sudah dibagi dan dimasukkan dalam klasifikasi-klasifikasi sendiri.

Berikut adalah gambar-gambar dan nama awan yang sering kita lihat.

  1. Cumulus

Cumulus
Awan ini merupakan awan yang paling sering kita temukan atau lihat. Awan ini dapat ditemukan dimanapun kecuali di antartika karena disana dingin. Bentuknya berupa gumpalan, ketinggian dari awan ini adalah 2000 ft sampai dengan 3000 ft. Awan ini ada 3 jenis.

  • Humilis , awan ini lebih lebar dari pada tinggi
  • Mediocris, awan ini memiliki perbandingan yang sama antara tinggi dan lebar
  • Congestus, awan ini lebih tinggi dari pada lebar.
  1. Cumulonimbus

Cumulonimbus

Agar awan ini ada, memerlukan beberapa kondisi. Yaitu memiliki sumber hangat dan atmosfir di sekitar awan yang tidak stabil.

  1. Stratus

Stratus

Awan ini merupakan yang terbentuk di ketinggian terendah yaitu 0 sampai dengan 6500 ft. Awan ini disebut juga dengan kabut. Awan ini terbentuk bila udara yang banyak secara mendadak mendingin di waktu yang sama.

  1. Stratocumulus

 

Stratocumulus

Bentuknya mirip dengan cumulus, biasanya juga terbentuk dari awan cumulus.

  1. Altocumulus

Altocumulus clouds

Letaknya tinggi sekitar 6500 ft sampai dengan 18000 ft. Isi dari awan ini adalah cairan air biasa dan kristal es. Bentuknya terpapar secara merata di langit

  1. Cirrus

cirrus clouds

Merupakan yang tertinggi dibanding awan-awan lainnya. Awan ini terkomposisi sepenuhnya oleh kristal es. Tingginya sekitar 16500 ft sampai dengan 45000 ft.

Jakuen – Tempat Kita Bertemu.

Manusia dan cinta kasih. Cinta kasih diberikan manusia kepada apapun, dan siapa pun. Kali ini saya akan berbagi kisah saya dengan teman-teman saya semasa SMA. Bagaimana saya dapat mencintai dan menyayangi teman – teman saya saat ini.

Saat itu saya baru saja masuk SMA, saya masih kelas 10. Kakak-kakak kelas kami, mempunyai berbagai macam ekskul, tapi tak ada satupun yang membuat saya tertarik. Sampai akhirnya ada satu ekskul yang baru saja dibuat. ekskul “Japanese Club.” Mula nya ekskul ini tidak memiliki kegiatan yang spesifik. Kami hanya belajar bahasa Jepang dan berbagi pengetahuan Jepang yang kami miliki. Kita juga berbagi kebudayaan Jepang. Karena ekskul ini merupakan ekskul yang terbilang baru, kami yang masih duduk di bangku kelas 10 ini mendapat jatah kepengurusan. Disini pertemanan kami dimulai. Kami mulai mengenal satu sama lain, mereka adalah Tasha, Arik, Saki, Nisrin, Ri’I, April, Azuhal, dan Wika. Kami sebagai sesama pencinta jepang, berbagi informasi, jalan-jalan bersama, belajar bersama, sampai tak terasa kami sudah akan menginjak bangku kelas 11. Kemampuan kami sebagai kepengurusan & kreatifitas kami, ditantang secara serius. Kami dituntut untuk melakukan sebuah demo ekskul. Satu per satu ide keluar, akhirnya kami memutuskan untuk membuat dorama. Kami  diskusi, dan argument pun ada, tapi kami berhasil menyajikan dorama kami, setidaknya.

Setelah kami menginjak kelas 11, banyak mimpi yang ingin kita raih sebagai pengurus kelas 11. Ya, kita berbagi mimpi yang sama. Yaitu untuk mewujudkan sebuah acara jejepangan di sekolah kami. Karena kami tidak memiliki sejarah apapun untuk membuat sebuah acara. Kamipun mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, tidak lupa untuk mengumpulkan ide-ide untuk konsep dari acara kami. Disini kemampuan kami dalam berorganisasi betul-betul ditantang. Solidaritas kami pun ditantang. Terasa seperti ada perang dingin diantara kami bila ada sesuatu yang tidak lancar atau tidak sesuai dengan kesepakatan bersama. Tapi kami dapat melalui semua itu dengan diskusi bersama. Kami mengutarakan kekesalan kami dan ketidak sepakatan kami akan suatu ide. Kami  bahkan menegur satu sama lain bila kami tidak menyukai sifat mereka. Dan ketidak cocokan ini berlangsung terus menerus sampai acara jejepangan ini menginjak hari H. Ya, kami kualahan. Walaupun kami sudah semaksimal mungkin untuk menghadapi ketidakcocokan kami, tetap saja ada yang berbeda prinsip. Saat itu kami menangis, karena sudah terlalu frustasi dengan masalah ekskul yang kita hadapi ditambah dengan sifat anggota yang tidak sepaham. Kami hampir pasrah dengan apapun yang akan terjadi, tapi kami melalui itu semua dan menjadi teman yang bahkan lebih dekat dari saat saat sebelumnya.

 

jpggg

Jakuen no Bunkasai #1

Sekarang, setelah menempuh perjuangan saat kelas 12, kami telah mengenal sifat satu sama lain. Kami juga telah mengenal kebiasaan satu sama lain. Apa yang mulanya asing dan tak dapat di tolerir bagi kami, sekarang menjadi tak asing lagi karena kami sudah memaklumi satu sama lain. Sampai saat ini kami masih berhubungan. Kami berbagi masalah kami. Apalagi dengan teknologi yang sudah canggih seperti saat ini, kami berbagi cerita setiap harinya bahkan bisa jadi setiap menit.

Jadi, berteman itu bukan tentang seberapa sering kamu bertemu dengan mereka. Teman menurut saya adalah orang yang mau mengerti kita. Yang mau menghadapi masalah, bersama dengan kita. Yang mau berbagi cerita dengan kita, dan mau memaklumi dan dapat memahami bila tidak.

 

<3